Announcement

Announcement Module
Collapse
No announcement yet.

Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

Page Title Module
Move Remove Collapse
This topic is closed.
X
X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

    Assalamu'alaikum adik - adik, abang - abang, kakak - kakak, bapa - bapa, ibu - ibu, muslimin muslimah dan sidang pembaca sekalian. Kita berjumpa lagi dan kali ini saya sertakan sebuah artikel yang sejujurnya, semasa saya baca, nak menitik air mata rasanya mengenangkan adilnya Tuhan yang Maha Mengetahui, dan betapa banyaknya di antara kita yang begitu cepat menjatuh hukum kepada manusia lain yang tidak seagama seolah - olah kita adalah bangsa terpilih dan tahu apa keputusan yang Tuhan akan buat! Astaghfirullah.

    Saya rasakan pentingnya artikel ini untuk dikongsi kerana di Malaysia, selain kaum, agama adalah satu lagi elemen yang menjadi paksi penting dalam menentukan keharmonian dan hala tuju negara, sedangkan perkara ini walaupun penting, sering disalah erti dan dipolitikkan untuk menimbulkan dan mengekalkan rasa syak wasangka dan meragut rompak kerasionalan berfikir kita sebagai manusia bertamadun.

    Jadi, tanpa menambah bilangan perkataan yang sedia kala banyak untuk dibaca kemudian, saya pelawa saudara - saudari untuk membaca, dan kemudian menambah, mengemukakan soalan, dan sama - sama berbincang perkara yang memainkan peranan dalam mempengaruhi pemikiran kita dalam perhubungan harian sesama kaum dan agama kita ini.




    What Will Happen to Jews and Christians on the Day of Judgment?
    There has been recent discussion about the fact of whether Christians and Jews will be going to heaven along with Muslims (inshallah!). The argument is such: Christians and Jews who are isolated from Islam have the possibility to go to heaven but those who have been exposed to Islam do not. Also certain verses in the Quran concerning Christians and Jews going to heaven have been nullified by later verses. Could you please comment on this because it does not make sense considering what I have read in the Quran.


    Reply
    The Qur’an has very strongly negated the idea that the Jannah or the bliss in the life hereafter – the Paradise – is the right of any particular religious group. Whether one ascribes oneself to the Muslim or to any other belief, the criteria for success in the hereafter is going to be his true faith in the Almighty and in the Day of reckoning.
    According to the Qur’anic view about life, each individual who lives on the face of this earth is put in a test by the Almighty. Whether born to Muslim or Jewish or Christian parents, each individual is being tested for his honest and unbiased search for and surrender to the Truth, as he sees and understands it. To go through this test, God has bestowed upon us the sense and the intellect to judge right from wrong.
    A close look at our general attitude towards religion and religious beliefs shows that we normally go through life with the beliefs that we inherit from our parents. If we are born in a Muslim family, there is a greater chance that we shall remain Muslims through out our lives. The same holds true in other cases as well. But unfortunately, this passive belief tshall have absolutely no importance on the Day of Judgment. Whether we attended the Sunday Church or the Friday Congregation shall only have a secondary importance. The first thing that would be judged is whether the individual truly searched for the Truth or not and then, whether he lived his life in accordance with that Truth or not.
    In the light of the above explanation, in my opinion, success in the hereafter is not dependent on ascribing to any one or the other group. It is basically dependent on my attitude towards searching for and submitting to the Truth. Thus, those Christians who, without any prejudice, had searched for the Truth and had submitted to it, shall be among those who are successful in the hereafter. While those who called themselves Muslims in this world, might fail in the hereafter on the account that they did not seriously and without any bias, seek the Truth or that even after knowing the Truth, did not submit to it or lived their lives in accordance with it.
    This is the general principle of success and/or failure in the test of the life of this world. Thus, the criteria of success or failure is one that depends purely on the internal mechanism of the human soul and intellect. Because we cannot say that a particular person has rejected Islam (or whatever we hold to be the Truth) after being thoroughly convinced that Islam is the divine truth, we therefore, cannot pass a judgment regarding his success or failure in the hereafter. It is only the Omniscient God who really knows whether a person rejected after being truly convinced of the Truth or whether his rejection was because of some misunderstanding or unanswered questions, regarding that Truth. On the day of reckoning, God shall give His decision on the basis of His absolute knowledge about the reasons of the rejection of the individuals.
    According to the Qur’an, when a messenger of Allah (Rasu’l as distinct from Nab’i) is sent towards a people, he removes all doubts that lie in people’s minds regarding the Truth. He answers all their questions. Truth becomes evidently distinct from falsehood. Those who accept his message, accept it with full knowledge of what is right and what is wrong; and those who reject his message, reject it after gaining full knowledge that it is the Truth they are rejecting. It is because of this particular position of the messengers (Rasu’l) of Allah that it becomes evident that those who are rejecting his call are rejecting the Truth, and those who are accepting his call are submitting to the Truth. The former are, thus, bound to be thrown in the hell fire and the latter are promised the bliss of paradise. Therefore the Jews and Christians who lived during the life of the Prophet and who did not accept his message are doomed. We, even with our limited knowledge know about this fact, because if as the Muslims hold, Mohammad (pbuh) was a true messenger of God, then those Jews and Christians who lived during the life of the Prophet (pbuh) rejected the Truth knowingly. They shall have no excuse for their rejection. It is these Jews and Christians that are sure to be doomed. As far as the Jews and Christians of other times and places are concerned, they are subjected to the same test in the life of this world. If they submit to whatever they truly believe to be the Truth and live their life in accordance with that Truth, they shall be successful. The case of the Muslims is not any different.
    I hope this helps.
    Regards
    The Learner




    Sauce



    Apa yang boleh aku derive dari artikel ini ialah:


    1. Pembuat keputusan yang Haq adalah Allah semata - mata. Jadi jangan cepat kita katakan "Depa tu kapir, memang konperm neraka". JANGAN, sebab kita tidak tahu.


    2. Bersangka baik dengan bijak. Tidak kira apa agama sekalipun, mesej utama setiap agama adalah berbuat baik sesama manusia. Jadi, sejujur mana kita dengan agama kita, inilah yang akan dipersoalkan Tuhan nanti. Jangan jadikan perkara yang belum terjadi, sebagai penghalang untuk kita bersangka baik dan bermesra dengan manusia dari lain kaum dan agama. Ini juga adalah satu hikmah dalam memberikan gambaran yang tidak prejudis, tidak bias, dalam menyampaikan Islam secara hikmah (bukan Hikmat Alam Semesta Api Syurga Meragut Lalang ye ).


    Aku harap, benda ni akan sentiasa dijadikan ingatan, dan bukan sekadar baca sekali, lupa berkali - kali. Jangan hilang di mata, di hati pun sama. Jika ada perkara yang nak di panjang - panjangkan, inilah yang sepatutnya. Bukan yang mengugut "Kalau tak forward, tak dapat pahala/eksidenla/syeikh ni pesan dalam mimpila/apala".

    Jadi, sehingga ke lain kali, salah silap harap maafkan, dan sila tegur (serius ni). Jika musykil sila tanya, kita jawab sama - sama, jika ada nak kongsi, saya pelawa.

    Sekian.

    Wallahu a'lam, God knows Best.

  • #2
    Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

    witout judging da authenticity of the article
    tp ianya menguatkn lg bahwa
    bknlah hak kita nk mengkapiokn org sesuka ati..
    xkesahla sbb ape pn..

    Comment


    • #3
      Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

      belum islam tak bermakna kafir......

      tp bila telah Islam tp masih me ngamalkan selain yg terkandung dalam Islam maka tak sempurnalah islamnya....

      sedangkan allah suruh kita masuk Islam sepenuhnya....

      Sbb Islam itu bermaksud tunduk dan patuh....buat apa yg disuruh tinggal apa yg dilarang...

      p/s; sbb selain hamba allah , ada lg hamba nafsu, hamba syaitan dan hamba dunia......


      cam semalam Ustaz ismail Kamus pun ckp antara ciri hamba allah itu adalah merendah diri......banyak menghitung kelemahan diri dr kelemahan org lain......

      Setiap anak adam(manusia tak kira bangsa, warna kulit,bahasa pertuturan dan ufuk mana dia tinggal, dan zaman mana dia hidup) diuji...tak kira siapa kita......

      cam kata daud che ngah...ada 4 golongan manusia ( dlm tajuk ceramahnya tersungkur di pintu syurga)

      Lahir x islam , mati tak islam
      Lahir x islam, mati islam
      Lahir islam, mati x islam
      Lahir islam, mati pun islam......


      ( ISLAM disini merujuk kepada mereka yg hidup dikalangan nabi muhammad SAW sehingga kita dan akhir zaman)

      ITU LA ADILNYA ALLAH tp berapa kali kita syukur ingat dan puji DIA erk?
      Last edited by Humairah; 21-01-08, 02:37 PM.

      Comment


      • #4
        Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

        Asal Usul Yahudi

        Kita pernah dengar bagaimana keganasan Israel di bumi Palestin, tidak kira tua atau muda saudara kita, tidak kira lelaki atau wanita saudara kita, dikencam begitu hina. Antara ceritanya adalah Wujudnya kaum yahudi dan sejarah kehidupannya, tertubuhnya Pergerakan Zionis dan Pencerobohan dibumi Palestin. Semoga segala cerita ini akan membuka minda kita dan memberi iktibar pada kehidupan kita tentang asal usul kaum Yahudi.

        Asal-usul kaum yang dimurkai

        Pada masa ini ramai orang yang beranggapan bahawa Hebrew, Bani Israel dan Yahudi itu adalah sama sahaja. Tapi sebenarnya, setiap satu dari yang disebutkan itu adalah berbeza. Hebrew merupakan satu bahasa dan bukan rumpun bangsa. Bahasa Hebrew digunakan oleh puak nomad Semitic yang tinggal di Timur Mediterranean sebelum tahun 1300 sebelum Masihi.

        Bani Israel pula adalah merupakan satu rumpun bangsa yang sememangnya pernah wujud dalam sejarah manusia. Manakala Yahudi pula adalah satu kumpulan manusia yang telah mengamalkan peradaban Hebrew dan Bani Israel.
        Last edited by bergthegreat; 21-01-08, 04:31 PM.

        Comment


        • #5
          Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

          Orang-orang Yahudi sebenarnya tergolong dari berbagai-bagai rumpun bangsa dan bukan satu bangsa yang tulen. Ia merupakan tidak lebih daripada sekumpulan komuniti manusia yang berjaya memelihara identity mereka selama 1900 tahun. Iaitu dari tarikh musnahnya wilayah kekuasaan Rom yang dikenali sebagai Judea dalam tahun 135 Masihi sehinggalah penubuhan Negara Israel dalam tahun 1948. Dalam tahun 1970, Parlimen Israel telah meluluskan satu undang-undang yang mentafsirkan Yahudi sebagai seorang yang dilahirkan daripada seorang ibu Yahudi. Satu tafsiran yang tidak mempunyai erti langsung. Apa yang telah mengekalkan perpaduan mereka ini ialah keteguhan mereka dalam memegang dan mengeamalkan agama yang dikenali sebagai Judaisme.

          Orang-orang Yahudi mengabadikan diri mereka yang begitu mendalam dan bersungguh-sungguh terhadap ilmu pengetahuan. Kepada mereka, mempelajari ilmu pengetahuan adalah satu-satunya amalan keagamaan yang mesti dilakukan di dalam apa jua keadaan sekalipun. Bagaimanapun, rata-rata, Yahudi adalah orang yang tidak sepatutnya diberi muka di atas bumi ini. Bangsa-Bangsa Bersatu, mereka telah dengan mudah tunduk kepada tekanan-tekanan dan desakan Yahudi. Bagaimanakah hanya sekumpulan komuniti manusia boleh diberikan sebuah Negara. Negara itu pula adalah sebuah Negara milik orang lain.

          Yahudi tidak dikehendaki walau di mana-mana pun. Di antara tahun 132 hingga 135 Yahudi telah diharamkan memasuki Jerusalem. Sesiapa sahaja di kalangan mereka yang melanggar perintah itu akan dihukum bunuh. Dalam kurun ke-enam pula, orang-orang Yahudi yang merempat di Sepanyol telah diletakkan ke satu taraf kedudukan yang paling hina sekali. Semasa kebangkitan agama Kristian di Eropah, ramai orang Yahudi telah dibunuh di atas tuduhan telah menyebabkan kematian Nabi Isa. Dalam zaman Perang Salib yang berlaku di antara kurun Masihi yang ke-11 hingga kurun Masihi yang ke-13, ramai lagi orang Yahudi yang telah dibunuh. Dalam tahun 1215, majlis Gereja Roman Katholik telah mengarahkan supaya semua orang Yahudi memakai tanda pengenalan. Perkara yang sama juga dilakukan oleh Khalifah Omar semasa beliau memerintah Baghdad. Dalam tahun 1920 pula, Raja Edward I, iaitu Raja England ketika itu, telah menghalau Yahudi dari bumi England. Perbuatan ini dituruti pula oleh Raja Perancis, Charles IV

          Dalam abad yang ke-14 dalam satu era yang dipanggil 'Black Death', pembunuhan secara beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi menjadi sebagai satu perkara biasa sahaja. Sepanyol menghalau penduduk-penduduk Yahudi dari Negara mereka dalam tahun 1494. Portugal pula berbuat demikian dalam tahun 1497. Sejarah juga telah membuktikan bahawa orang-orang Yahudi ini telah merempat dari satu tempat ke satu tempat. Ada di antara mereka telah lari ke Turki. Nasib baiklah ketika itu Turki adalah sebuah Negara Islam yang diperintah oleh Constantinople. Islam adalah satu-satunya agama yang sangat bertoleransi. Selain dari Turki, mereka juga lari ke Rusia dan Poland. Dalam tahun 1648 terdapat kira-kira setengah juta Yahudi di Poland. Tapi tidak lama kemudian, di sekitar tahun 1648 hingga 1658, di bawah pemerintahan Bogdani Chmielnicki, sebilangan besar dari mereka telah dibunuh dan harta mereka dimusnahkan.

          Comment


          • #6
            Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

            Selepas tahun 1650, satu era baru muncul pula di Eropah Barat berikutan dengan Reformasi Puak Protestan. Dalam era itu orang-orang Yahudi telah digalakkan pula berhijrah ke tanah jajahan British yang baru, iaitu Amerika. Dalam tahun 1791, Majlis Kebangsaan Perancis membenarkan kemasukan orang-orang Yahudi ke Negara itu. Ini dilakukan sebagai memenuhi konsep demokratik Revolusi Perancis. Namun begitu, tidak beberapa lama kemudian, Napoleon I telah membantah keras dasar itu. Sementara kedatangan orang-orang Yahudi disambut baik di Eropah Barat, Eropah Timur pula mengamalkan dasar yang berlawanan. Rusia dan Poland telah mengamalkan dasar pembunuhan beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi. Pembunuhan ini samalah seperti apa yang telah berlaku di Eropah Barat satu ketika dahulu.

            Apabila Poland Timur menjadi sebuah tanah jajahan Rusia di antara tahun-tahun 1772 hingga 1796, orang-orang Yahudi yang masih ramai lagi hidup di situ telah dikenakan sekatan-sekatan yang hebat. Mereka juga hilang hak untuk menuntut ilmu dan berniaga. Mereka tidak dibenarkan tinggal di luar tempat-tempat yang tertentu. Bukan itu sahaja, malah Kerajaan Rusia telah menggalakkan serta membiayai pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai. Peristiwa inilah yang dikenali sebagai 'pogrom', iaitu pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai di zaman moden. Ia berlaku dalam tahun 1881 berikutan terbunuhnya Czar Alexander II.

            Kemudian dalam tahun 1903 dan tahun1905, ekoran dari kegagalan Revolusi Rusia, berlaku sekali lagi pogrom. Pogrom kali ini hebat dan berlaku di 600 buah kampung orang-orang Yahudi. Mereka dicincang hidup-hidup sementara harta benda mereka serta rumah-rumah mereka dibakar. Pogrom yang mengorbankan beratus-ratus ribu orang Yahudi pula berlaku semasa Perang Saudara Rusia akibat dari Revolusi Bolshevik dalam tahun 1917. Dalam tahun 1938, pogrom juga telah berlaku di Jerman. Dan pogrom yang terbesar sekali yang pernah berlaku dalam sejarah ialah pogrom yang berlaku dalam Perang Dunia Kedua di mana seramai enam juta orang-orang Yahudi telah dibunuh secara sistematik dalam apa yang dinamakan oleh Kerajaan Jerman sebagai 'penyelesaian terakhir kepada masalah orang-orang Yahudi'.

            Comment


            • #7
              Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

              Sejarah telah membuktikan bahawa kaum Yahudi merupakan kaum yang sentiasa ditindas dan ditekan. Peristiwa-peristiwa yang berlaku sepanjang zaman semenjak dari zaman Nabi Allah SWT Musa a.s. sehinggalah zaman mereka berada di Palestin selepas itu sentiasa menyaksikan pembunuhan kaum Yahudi secara beramai-ramai oleh musuh-musuh mereka.

              Melalui peristiwa-peristiwa yang berlaku itu, kita selaku umat Islam yakin bahawa kependudukan mereka secara haram di negara Palestin akan berakhir tidak lama lagi.

              Mereka akan dihalau keluar dari negara itu sama sepertimana datuk nenek mereka dipaksa keluar dari negara itu. Perkara ini telah dijanjikan oleh Allah SWT menerusi banyak ayat al-Quran, contohnya dalam surah Al-A'raf ayat 167 yang bermaksud:

              "Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu memberitahu: Bahawa sesungguhnya Ia akan menghantarkan kepada kaum Yahudi itu, (terus menerus) hingga hari kiamat, kaum-kaum yang akan menimpakan mereka dengan azab sengsara yang seburuk-buruknya (disebabkan kejahatan dan kekufuran mereka). Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat azab seksa-Nya, dan sesungguhnya Dia juga Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani."

              Kejahatan Bangsa Yahudi Menurut Al-Quran

              Ayat di atas menyebutkan bahawa azab dan tekanan akan terus menimpa mereka hingga ke hari kiamat. Berita-berita masa lampau tentang mereka sebelum Islam perlu diberitahu kepada mereka agar mereka sedar bahawa masa tersebut akan tiba dan kebenaran isi kandungan al-Quran sebagai wahyu Ilahi akan terbukti.

              Ayat-ayat seperti ini memberi satu kekuatan berupa sokongan moral kepada umat Islam secara amnya dan bangsa Arab Islam khasnya agar berusaha memperkuatkan diri ke arah merealisasikan fakta ini.

              Comment


              • #8
                Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                Penindasan Ke Atas Yahudi Sebelum Islam

                Tersebut dalam lipatan sejarah penjajahan ke atas Yahudi telah dimulakan oleh Raja Fir'aun Nikho dari Mesir. Selepas itu untuk kali keduanya mereka telah dijajah lagi oleh Raja Nabukadnesar (Bukhti-Nashar) dari Babil. Semasa penjajahan tersebut, raja dan tenteranya telah membinasakan habis-habisan Jerussalam termasuk Baitul Maqdis yang didirikan oleh Nabi Sulaiman a.s. dan menawan majoriti rakyatnya .

                Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat surah al-Isra' ayat yang bermaksud:

                "Dan Kami menyatakan kepada Bani Israel dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau. Maka apabila sampai masa janji (membalas kederhakaan kamu) kali yang pertama dari dua (kederhakaan) itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang kuat gagah dan amat ganas serangannya lalu mereka rnenjelajah di segala ceruk rantau (membunuh dan membinasakan kamu); dan (sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku".

                Seterusnya pada tahun 203 sebelum Masihi pula menyaksikan penjajahan yang lebih teruk oleh raja-raja Syria malahan membawa kepada penahanan Yahuza yang menjadi raja Yahudi pada masa itu. Orang-orang lelaki dijadikan hamba abdi, manakala cukai-cukai yang tinggi turut dikenakan ke atas mereka.

                Tidak cukup di situ Allah SWT membinasakan mereka apabila Rom menjajah pula selepas itu. Negara Palestin telah dimasukkan di bawah negara mereka. Pada tahun 70 Masihi, golongan Yahudi telah melakukan pemberontakan ke atas penjajah mereka iaitu Rom. Pemberontakan ini menemui jalan buntu. Akibatnya Rom telah mengeluarkan arahan kepada gabenornya di situ yang bernama Titus untuk membakar rumah-rumah ibadat Yahudi dan membunuh kebanyakan penduduk Yahudi dan menjual yang lainnya sehagai hamba.

                Tidak lama selepas itu, Jerussalem pesat membangun semula. Kaum Yahudi mengambil kesempatan untuk memberontak buat kali kedua tetapi masih gagal. Adrian yang menjadi raja Rom akhirnya memerintahkan agar bandar Jerussalem dimusnahkan habis-habisan dan rakyatnya dibunuh. Ditaksirkan lebih 500,000 jiwa telah terkorban dalam peristiwa itu .

                Comment


                • #9
                  Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                  Penindasan Ke Atas Yahudi Selepas Islam

                  Apabila Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, kaum Yahudi telah menyusun beberapa konspirasi jahat ke atas Islam. Akibatnya, pelbagai tindakan tegas telah dikenakan terhadap mereka sehingga membawa kepada pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi dan pengusiran keluar dari negara Islam Madinah.

                  Kemudian di akhir kurun ke 13, penindasan ke atas mereka masih berterusan. Pada kali ini negara Eropah pula yang bertindak menekan mereka. Sejarah telah menunjukkan bahawa kaum Yahudi pernah dibunuh di Sepanyol dan Portugal. Bahkan kepercayaan agama Kristian lama beranggapan bahawa menekan Yahudi adalah melambangkan keimanan yang sebenarnya.

                  Tekanan yang dihadapi menyebabkan Yahudi mencari perlindungan di Andalus. Pemimpin-pemimpin Islam di Andalus pada waktu itu memberi perlindungan politik kepada Yahudi sebagai satu cara untuk berdakwah kepada mereka. Namun panas yang disangka sampai ke petang, rupanya hujan di tengahari. Nikmat perlindungan rupa-rupanya tidak lama. Penganut-penganut Kristian telah berjaya menundukkan kuasa Islam di Andalus. Sekali lagi penyembelihan orang-orang Yahudi berlaku secara beramai-ramai. Mereka di halau keluar dari bandar-bandar seperti Balensia, Qordova, Gibraltar, Barcelona dan juga dari tempat-tempat lain. Seorang paderi besar Katolik di situ yang bernama Hernando Martins telah menyampaikan ucapan anti Yahudi dan mengarahkan agar unsur-unsur termasuk penganutnya dihapuskan.

                  Peperangan Salib telah meletus di Andalus dan kebanyakan orang yahudi dihapuskan. Ramai dari kalangan mereka telah dipaksa memeluk Kristian. Dalam tempoh kurang dari 3 bulan, setiap individu yang enggan masuk Kristian akan dihalau ke tempat lain luar dari Andalus. Sesiapa yang melanggar perintah akan dihukum bunuh .

                  Kebanyakan orang Yahudi yang enggan memeluk Kristian telah meninggalkan Andalus. Malangnya di tengah jalan para lanun telah menangkap mereka dan mereka dijadikan hamba untuk diperniagakan. Sesiapa yang terlepas pula jarang yang dapat hidup kerana diserang kelaparan dan penyakit berjangkit seperti taun dan lain-lain.

                  Comment


                  • #10
                    Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                    Walaupun menghadapi pelbagai penindasan, golongan Yahudi akhirnya berjaya juga menaja satu perhimpunan yang menghimpunkan sekitar 80,000 orang ahli. Mereka mengambil keputusan untuk berhijrah ke Portugal setelah mendapat pelawaan rajanya yang beragama Kristian dan bersikap terbuka. Setibanya di sana, raja yang selama ini bersikap terbuka, tiba-tiba berubah menjadi anti Yahudi selepas dipengaruhi golongan gereja yang selama ini menentang mereka. Semua golongan lelaki dewasa Yahudi telah dipaksa meninggalkan negara Portugal, manakala wanita dan anak-anak dipaksa menukar agama kepada Kristian.

                    Tekanan dan kezaliman ke atas Yahudi sebenarnya tidaklah terbatas di negara-negara seperti Sepanyol, Portugal dan Rom sahaja.

                    Malahan semua negara Eropah Kristian telah mengambil sikap anti-Yahudi secara terang-terangan. Di bawah dinyatakan peristiwa-peristiwa kezaliman yang berlaku keatas golongan Yahudi:

                    Menurut kajian, lebih dari 100,000 Yahudi telah diragut nyawanya termasuk lelaki dan perempuan serta anak-anak mereka. Jalanraya telah dibasahi dengan darah mereka. Tentera telah melakukan kekejaman di luar batasan pemikiran manusia di samping mencincang lumat anggota badan mereka.

                    1. Di England, King Edwaard telah menghalau Yahudi beramai-ramai pada tahun 1290.
                    2. Di Perancis, King Phillip telah menghalau mereka dari Perancis pada tahun 1306. Menurut fakta sejarah, Raja Phillip kemudiannva telah membenarkan sebahagian daripada mereka untuk pulang ke Perancis selepas itu, tetapi keputusan diambil untuk menghalau semula mereka pada tahun 1394.
                    3. Di Hungary, golongan Yahudi telah dibuang negara beramai-ramai. Tetapi mereka memberanikan diri pulang semula sebelum dihalau kembali pada tahun 1582.
                    4. Di Belgium, mereka dihalau beramai-ramai pada tahun 1370.
                    5. Di negara Czechoslovakia pula, puak Yahudi dihalau pada tahun 1380. Mereka kembali semula untuk bermastautin pada tahun 1592. Malangnya pada tahun 1744, Queen Maria Theressa telah mengarahkan agar dihalau semula golongan Yahudi tersebut.
                    6. Di negara Austria pula, Raja Bright ke-5 telah menghalau mereka dari negara itu pada tahun 1420.
                    7. Di Holland, mereka dihalau dari Outricht pada tahun 1444.
                    8. Di Itali, mereka dihalau dari Napoli dan Sardina pada tahun 1540.
                    9. Di Jerman, golongan Yahudi dihambat dari Bavaria pada tahun 1551. Kemudian telah berlaku penindasan secara berterusan ke atas mereka oleh masyarakat berfahaman Nazi. Beratus ribu Yahudi telah terkorban dalam keganasan itu.
                    10. Di Rusia pula, rakyat tempatan telah berkerjasama menghalau orang-orang Yahudi pada tahun 1510. Golongan Yahudi beransur-ansur pulang selepas itu dengan harapan penduduk tempatan telah memaafkan mereka. Namun begitu, tekanan masih berterusan sehingga tentera Rusia turut masuk campur untuk menyembelih mereka beramai-ramai di Ukraine sepanjang tahun 1919.

                    Comment


                    • #11
                      Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                      Mengapa Yahudi Ditindas?

                      Antara sebab penindasan dilakukan ke atas mereka adalah kerana sikap sombong dan tidak setia pada perjuangan. Masyarakat Kristian Eropah menyedari sikap yang ditunjukkan itu. Golongan Yahudi merupakan golongan yang tidak pernah kenal erti berterima kasih. Walaupun hanya menumpang di negara orang, perangai mereka tidak ubah seperti tuan yang memeras dan menganiaya golongan peribumi negara itu. Kemahiran berniaga telah menjadikan golongan Yahudi sombong dan tidak berperikemanusiaan.

                      Orang yang meminjam dan berurus niaga dengan mereka terjebak dalam sistem riba. Ekonomi yang berasaskan riba telah dimulakan oleh korporat-korporat Yahudi yang berjaya untuk memastikan terus menjadi kaya tanpa memikirkan nasib si miskin.

                      Perkara ini tidaklah menghairankan kerana menurut kepercayaan mereka seperti yang dijelaskan di dalam 'Talmud' iaitu tafsiran kepada kitab 'Taurat', ada dinyatakan secara terang-terangan bahawa riba halal dengan urus niaga bersama bukan Yahudi. Ini disebabkan Yahudi adalah anak-anak Allah SWT, manakala selain mereka adalah binatang berupa anjing dan ****. Justeru itu, mereka berhak melakukan apa sahaja demi kepentingan peribadi.

                      Comment


                      • #12
                        Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                        Disebut dalam Talmud lagi:

                        * Pemilikan harta-harta oleh selain Yahudi adalah tidak sah. Jadi sesiapa sahaja di kalangan Yahudi boleh merampas hak tersebut.
                        * Allah SWT (SWT) menganugerahkan ke atas mereka hak untuk bertindak sesuka hati ke atas bangsa-bangsa lain.
                        * Kedudukan Yahudi ke atas bangsa-bangsa lain sama seperti kedudukan manusia ke atas binatang. Bangsa-bangsa lain memiliki sifat-sifat kebinatangan. Tiada siapa yang dapat mengajar mereka melainkan Yahudi.
                        * Riba diharamkan sesama Yahudi, tetapi dihalalkan kepada selain mereka. Malahan menurut perlembagaan Talmud itu, HARAM memberikan pinjaman kepada bangsa lain tanpa dikenakan riba.

                        Penaklukan Palestin Oleh Rejim Haram Yahudi

                        Sebab utama penaklukan negara Palestin sebenarnya berpunca dari perancangan yang teliti oleh Persatuan Freemason Antarabangsa. Freemason melihat usaha begini penting bagi mengelakkan pupusnya spesis Yahudi dari persada dunia.

                        Takdir Allah SWT membenarkan mereka berjaya menakluk Palestin dengan restu gerakan Kristian sedunia dan bantuan mereka. Perkara ini berlaku dalam keadaan orang-umat Islam terutamanya masyarakat Arab sedang lalai. Persoalannya, sampai bilakah mereka akan berjaya mendominasi negara yang kecil itu. Mereka perlu waspada kepada masyarakat Arab yang berjumlah lebih 100 juta orang itu yang sentiasa mengingati sejarah buruk antara mereka dan Yahudi sepanjang zaman. Masa jua yang akan menentukan segala-galanya.

                        Comment


                        • #13
                          Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                          TQ the great.....info yg jelas .....

                          p/s; KUDENG ...sampaikan walau 1 ayat....lg banyak ayat lg bagus..hehe.
                          Last edited by Humairah; 21-01-08, 04:48 PM.

                          Comment


                          • #14
                            Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                            isu berkaitan perebutan Baitulmaqdis nie ada tercatat dlam Al-Quran yang mengatakan kisah perebutan kawasan ini x akan selesai sehingga Hari Kiamat..

                            Segala yang berlaku atas ketentuanNYA..

                            Comment


                            • #15
                              Re: Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi

                              Topik yg menarik, Pendeta.

                              Tapi rasanya kebanyakan kita agree bhw Christians dan Jew dah menyimpang dari ajaran asal. Contoh Christian moden percaya bhw Jesus (Nabi Isa) adalah anak Tuhan sedangkan dlm Islam, antara sifat2 Allah ialah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Mereka juga percaya kepada Trinity iaitu Father (Tuhan), Son (Jesus) & Holy Ghost (Roh Kudus).

                              Terdpt juga dr golongan Katolik yg percaya bhw Reverend/Pastor dpt mengampunkan dosa penganut Christian kerana mereka ni dilantik sebagai wakil dari Tuhan dan Tuhan akan mengikut apa yg difatwakan oleh Reverend/Pastor ni.

                              Soal samada mereka ini masuk syurga atau tidak hanya terserah kepada yg Esa. Persoalan ini juga ada ditimbulkan:

                              Mcm mana dgn pengikut Nabi2 lain? Mereka ni masuk Syurga juga tak?

                              Pernah jugak saya dgr hanya Islam yg dijamin masuk syurga.

                              Thanks for the info, bergthegreat. Menarik utk dibaca.

                              Comment

                              Working...
                              X